PjBL

Pengaruh Model PjBL Berbantuan LKPD terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SD

ipa.umsida.ac.id — Penelitian yang dilakukan oleh Dr Septi Budi Sartika MPd, bersama tim dosen lainnya dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), membuktikan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar.

Riset ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran IPA di sekolah dasar sering kali masih berfokus pada hafalan materi, sehingga keterampilan proses sains siswa kurang berkembang. Padahal, keterampilan ini penting untuk membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah.

Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 4 Porong pada siswa kelas IV tahun ajaran 2023/2024. Model PjBL dipilih karena menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran melalui proyek nyata, sementara LKPD digunakan untuk memandu langkah-langkah kerja ilmiah secara sistematis.

Penerapan PjBL Berbantuan LKPD di Kelas IV SD Muhammadiyah 4 Porong

PjBL

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas IV yang mengikuti pembelajaran IPA dengan model PjBL berbantuan LKPD.

Instrumen penelitian berupa tes keterampilan proses sains yang disusun berdasarkan indikator observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, dan komunikasi. Tes diberikan dua kali, yaitu sebelum perlakuan (pre-test) dan setelah perlakuan (post-test).

Proses pembelajaran dilaksanakan dalam beberapa tahap:

  1. Penentuan proyek – Siswa diajak menentukan tema proyek yang relevan dengan materi IPA, misalnya siklus air atau ekosistem.
  2. Perencanaan – Siswa menyusun langkah kerja dan kebutuhan proyek dengan bimbingan guru menggunakan LKPD.
  3. Pelaksanaan proyek – Siswa melakukan kegiatan pengamatan, eksperimen, dan pengumpulan data sesuai rencana.
  4. Presentasi hasil – Siswa memaparkan hasil proyek di depan kelas, disertai diskusi dan tanya jawab.
  5. Evaluasi – Guru dan siswa bersama-sama mengevaluasi proses dan hasil proyek.

Data dianalisis menggunakan uji t-test untuk melihat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test, serta uji N-Gain untuk mengukur tingkat peningkatan keterampilan. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti ada perbedaan signifikan setelah penerapan model ini. Nilai N-Gain sebesar 0,65 dikategorikan sebagai peningkatan sedang menuju tinggi.

Peningkatan Signifikan Keterampilan Proses Sains Siswa

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan proses sains siswa setelah pembelajaran menggunakan model PjBL berbantuan LKPD. Rata-rata skor pre-test sebesar 62,14 meningkat menjadi 85,32 pada post-test. Jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga naik dari 42,8% menjadi 89,3%.

Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan ini dipengaruhi oleh keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. “Dengan PjBL berbantuan LKPD, siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi terjun langsung melakukan pengamatan, eksperimen, dan diskusi. Hal ini membuat mereka lebih memahami konsep dan mampu menerapkannya,” ungkapnya.

Selain peningkatan nilai, siswa juga menunjukkan perubahan perilaku belajar yang positif. Mereka lebih berani bertanya, aktif dalam kerja kelompok, serta mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan secara runtut dan logis. LKPD membantu mereka tetap fokus dan terarah pada langkah kerja ilmiah, sementara proyek memberikan pengalaman belajar yang kontekstual.

Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi model PjBL dan LKPD efektif untuk mengembangkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Metode ini tidak hanya relevan untuk pembelajaran IPA, tetapi juga dapat diadaptasi pada mata pelajaran lain yang memerlukan pendekatan berbasis eksperimen dan proyek.

Dengan temuan ini, guru-guru sekolah dasar diharapkan dapat mengintegrasikan model PjBL berbantuan LKPD dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa dapat belajar secara aktif, kritis, dan kreatif sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.

 

Penulis: Mutafarida

Bertita Terkini

Literasi Sains
Literasi Sains dan Miskonsepsi yang Sering Muncul Pada Tahun 2025/2026
February 20, 2026By
lomba
Lomba Video Edukasi Sains HIMA Pendidikan IPA Umsida 2026
February 6, 2026By
yang Efektif
Strategi Pengembangan Laboratorium Sains yang Efektif Pada Tahun 2026
January 30, 2026By
Cuaca yang
Sains di Balik Cuaca yang Mendadak Berubah Pada Tahun 2026
January 27, 2026By
yang efektif
Inovasi Pembelajaran Sains di Era Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
January 23, 2026By
pendidikan ipa
Promotion to School Pendidikan IPA Umsida 2026 Sebagai Strategi Membangun Minat Siswa SMA
January 20, 2026By
Pembelajaran
Pembelajaran IPA Berbasis SCEL Research Hadir di UMSIDA
January 16, 2026By
literasi sains
Rendahnya Literasi Sains Pelajar Indonesia, Di Mana Letak Masalahnya?
January 13, 2026By

Prestasi

mahasiswa
Keterlibatan Aktif Mahasiswa Pendidikan IPA Umsida: Inovasi Drytech Batik Ecoprint Berbasis IoT di Ajang PKM
September 5, 2025By
wisudawan berprestasi
Wisudawan Berprestasi dari Prodi pendidikan IPA yang Menjadi Inspirasi dengan Mengatur Waktu Antara Kuliah, Kerja, dan Organisasi
August 5, 2025By
DaBeLCy
Dosen IPA Umsida Ikuti Ujian Tertutup Disertasi dengan Model Pembelajaran DaBeLCy untuk Penalaran Ilmiah
July 25, 2025By
IPA
Dosen IPA Umsida Lolos Hibah RisetMu dengan Penelitian Integrasi Budaya Lokal dan Isu Sosial Ilmiah dalam Pembelajaran IPA
June 16, 2025By
Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By