tumbuhan

Sering Dikira Pasif, Ternyata Tumbuhan Punya Sistem Gerak yang Super Kompleks!

ipa.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Ipa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Pemahaman tentang sistem gerak tumbuhan kini semakin penting, tidak hanya dalam dunia sains, tetapi juga dalam bidang pendidikan.

Sebagai mahasiswa Pendidikan IPA Umsida, pengetahuan ini penting dipelajari untuk mengetahui konsep biologis tumbuhan dalam kehidupan sehai-hari.

Selama ini tumbuhan sering dianggap sebagai makhluk hidup yang pasif diam di tempat, tidak berpindah, dan seolah tidak merespons lingkungan.Padahal, asumsi itu jauh dari fakta yang ada.

Di balik wujudnya yang tampak tenang, tumbuhan memiliki sistem gerak yang kompleks dan terkoordinasi dengan baik.

Gerak pada tumbuhan memang tidak selalu terlihat cepat seperti pada hewan, tetapi secara ilmiah, respons mereka terhadap rangsangan lingkungan sangat canggih dan penting bagi kelangsungan hidupnya.

Mengenal Iritabilitas tumbuhan

Kunci utama kemampuan gerak tumbuhan terletak pada iritabilitas, yaitu kemampuan makhluk hidup untuk menanggapi rangsangan dari lingkungan.

Pada tumbuhan, rangsangan ini bisa berupa cahaya, air, sentuhan, suhu, zat kimia, hingga gravitasi.

Respons terhadap rangsangan tersebut tidak dilakukan dengan otot atau sistem saraf seperti pada hewan, melainkan melalui perubahan fisiologis, seperti pertumbuhan sel, perubahan tekanan turgor, atau distribusi hormon tumbuhan.

Sebagai contoh, ketika tanaman diletakkan di dekat jendela, batangnya akan cenderung tumbuh ke arah datangnya cahaya.

Ini bukan kebetulan, melainkan respons aktif terhadap rangsangan cahaya.

Iritabilitas memungkinkan tumbuhan beradaptasi dengan lingkungan agar tetap dapat melakukan fotosintesis, menyerap air dan nutrisi, serta melindungi diri dari kondisi yang merugikan.

Tanpa kemampuan ini, tumbuhan akan kesulitan bertahan hidup di alam.

Dari Cahaya hingga Gravitasi: Mekanisme Canggih di Balik Gerak Etionom

Salah satu bentuk gerak tumbuhan yang paling menarik adalah gerak etionom, yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsangan dari luar.

Gerak ini mencakup berbagai jenis, seperti fototropisme (gerak akibat cahaya), geotropisme (akibat gravitasi), hidrotropisme (akibat air), dan tigmotropisme (akibat sentuhan).

Fototropisme terlihat jelas pada batang yang tumbuh ke arah cahaya. Mekanismenya melibatkan hormon auksin yang terdistribusi tidak merata.

Bagian batang yang tidak terkena cahaya akan mengalami pemanjangan sel lebih cepat, sehingga batang membengkok ke arah sumber cahaya.

Sementara itu, geotropisme membuat akar selalu tumbuh ke arah pusat bumi, membantu tanaman menancap kuat dan menyerap air serta mineral dari tanah.

Gerak etionom ini menunjukkan bahwa tumbuhan mampu “membaca” kondisi lingkungannya dan menyesuaikan arah pertumbuhan secara presisi.

Meski berlangsung perlahan, proses ini merupakan hasil koordinasi biokimia yang sangat kompleks.

Gerak Cepat dan Jam Biologis: Rahasia di Balik Putri Malu dan Daun Polong

Tidak semua gerak tumbuhan terjadi lambat. Beberapa jenis tumbuhan menunjukkan gerak cepat yang mudah diamati, seperti pada putri malu (Mimosa pudica).

Ketika disentuh, daun putri malu akan menutup dalam hitungan detik. Gerak ini disebabkan oleh perubahan tekanan turgor pada sel-sel di pangkal daun, sehingga daun melipat sebagai bentuk perlindungan dari gangguan.

Selain itu, ada pula gerak nasti yang dipengaruhi oleh rangsangan tetapi tidak bergantung pada arah datangnya rangsangan. Contohnya adalah gerak tidur pada daun polong-polongan.

Pada siang hari daun membuka untuk menangkap cahaya, sedangkan pada malam hari daun menutup. Fenomena ini berkaitan dengan jam biologis tumbuhan, yaitu mekanisme internal yang mengatur ritme aktivitas harian.

Jam biologis membantu tumbuhan menyesuaikan diri dengan siklus siang dan malam, sehingga proses fotosintesis dan respirasi berlangsung lebih efisien.

Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan tidak hanya reaktif, tetapi juga memiliki sistem pengaturan waktu yang terprogram secara alami.

Melalui berbagai bentuk gerak tersebut, jelas bahwa tumbuhan bukanlah organisme pasif. Mereka memiliki sistem gerak yang kompleks, adaptif, dan terintegrasi dengan lingkungan.

Memahami gerak tumbuhan tidak hanya memperkaya wawasan sains, tetapi juga mengajarkan bahwa kehidupan, sekecil dan setenang apa pun tampaknya, selalu menyimpan mekanisme luar biasa di dalamnya.

Penulis : Ami Abdi

Editor: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

nasi goreng
Mengguncang Mitos Diet Studi Sains Umsida Membandingkan Kalori Nasi Goreng Beras Merah dan Putih
January 1, 2026By
media pembelajaran
Revolusioner Inovasi Manajemen Media Pembelajaran yang Membuat Kelas Lebih Hidup dan Terukur
December 26, 2025By
Etno STEM
Terbukti Efektif! Pembelajaran IPA Berbasis Etno STEM Latih Berpikir Analisis Lewat Proyek Tanggulangin
December 23, 2025By
Hukum Stokes
Dari Awan hingga Tetesan Hujan: Rahasia Pembentukan Cuaca Melalui Hukum Stokes
December 16, 2025By
Hidrolik
Kreatif, Inovatif, Scientis: Karya Mahasiswa Pendidikan IPA Merancang Alat Hidrolik Edukatif Fluida
November 28, 2025By
gelombang
Mengungkap Rahasia Sifat Gelombang: Dari Difraksi hingga Interferensi yang Menakjubkan di Alam Sekitar
November 18, 2025By
hima ipa
Tonggak Awal Kepemimpinan Hima IPA 2025/2026 FPIP Gelar Pelantikan Organisasi Mahasiswa Hima Ipa
November 7, 2025By
Fenomena Kapilaritas
Memahami Fenomena Kapilaritas dalam Ilmu IPA, Kenapa Air Bisa Mengalir ke Atas? 
October 17, 2025By

Prestasi

mahasiswa
Keterlibatan Aktif Mahasiswa Pendidikan IPA Umsida: Inovasi Drytech Batik Ecoprint Berbasis IoT di Ajang PKM
September 5, 2025By
wisudawan berprestasi
Wisudawan Berprestasi dari Prodi pendidikan IPA yang Menjadi Inspirasi dengan Mengatur Waktu Antara Kuliah, Kerja, dan Organisasi
August 5, 2025By
DaBeLCy
Dosen IPA Umsida Ikuti Ujian Tertutup Disertasi dengan Model Pembelajaran DaBeLCy untuk Penalaran Ilmiah
July 25, 2025By
IPA
Dosen IPA Umsida Lolos Hibah RisetMu dengan Penelitian Integrasi Budaya Lokal dan Isu Sosial Ilmiah dalam Pembelajaran IPA
June 16, 2025By
Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By