Pendidikan IPA

Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular 2026

ipa.umsida.ac.id — Tim Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida berhasil lolos dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Tim ini mengusung judul Pemberdayaan Desa Penatarsewu sebagai Desa Wirausaha Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Program Resilient Enterprise dalam Pengolahan Limbah Sisik Ikan Mendukung SDGs-12.

Program tersebut berfokus pada pemberdayaan Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai desa wirausaha berbasis ekonomi sirkular.

Gagasan ini lahir dari potensi desa yang memiliki banyak usaha di bidang perikanan, namun belum sepenuhnya berkembang secara optimal.

Salah satu inovasi yang diangkat adalah pengolahan limbah sisik ikan agar dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ami Abdillah Safi, mahasiswa Pendidikan IPA yang tergabung dalam tim, menjelaskan bahwa topik ini dipilih berdasarkan hasil pengamatan terhadap kebutuhan desa.

“Tema yang kami pilih ini berdasarkan permasalahan dan potensi Desa Penatarsewu. Masyarakat desa ini memiliki banyak usaha di bidang perikanan, tetapi belum sepenuhnya berkembang. Karena itu, kami memilih topik desa wirausaha untuk mengembangkan potensi desa dan memberi solusi dari permasalahan di bidang wirausaha,” ujar Ami.

Proses Panjang Sejak Desember Pendidikan IPA

Keberhasilan tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA ini tidak diperoleh secara singkat.

Ami menjelaskan bahwa persiapan telah dimulai sejak Desember, mulai dari pembentukan anggota, penentuan topik, observasi ke desa, pengambilan data, hingga pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat sasaran dan pemerintah desa.

“Persiapan dimulai dari bulan Desember dengan menyiapkan anggota terlebih dahulu, lalu mempersiapkan topik yang dirancang. Kami juga observasi ke desa, mengambil data kebutuhan topik, serta melakukan FGD bersama masyarakat sasaran dan pemerintah desa,” jelasnya.

Proses penyusunan subproposal dilakukan hingga Maret sebelum akhirnya dikumpulkan pada akhir bulan tersebut.

Dalam prosesnya, banyak pihak yang terlibat, mulai dari tim pelaksana, HIMA Pendidikan IPA, dosen pendamping, kemahasiswaan, perguruan tinggi, hingga masyarakat desa.

Ami menambahkan, tim melakukan berbagai strategi agar penyusunan proposal berjalan lebih efektif.

Anggota tim dibagi dalam beberapa bidang, seperti penyusun subproposal, desain media, observasi, teknologi, dan bidang pendukung lainnya.

“Proses perjuangan kami lakukan dengan maksimal. Tim melakukan bimbingan teknis hampir setiap hari agar penyusunan subproposal sesuai dengan sistematika ketentuan, rasional, dan sesuai dengan program,” ungkap Ami.

Jadi Pengalaman Berharga Mahasiswa Pendidikan IPA

Pendidikan IPA

Meisya Farah Aurelia mengaku sangat senang dan bangga ketika mengetahui timnya berhasil lolos dalam PPK Ormawa.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama, diskusi, dan proses panjang yang dilakukan tim akhirnya membuahkan hasil.

“Saya merasa sangat senang dan bangga ketika mengetahui tim kami berhasil lolos. Semua usaha, diskusi, dan waktu yang kami curahkan akhirnya membuahkan hasil,” ujar Meisya.

Ia menyebut, pengalaman paling berharga selama penyusunan proposal adalah belajar bekerja sama dan saling mendukung dalam tim.

Setiap anggota saling bertukar ide, melakukan revisi bersama, dan mengikuti arahan dosen pembimbing.

“Kesan paling berharga selama proses penyusunan yaitu kami belajar bekerja sama dan saling mendukung dalam tim. Momen pengumuman kelolosan juga sangat berkesan karena menjadi hasil dari proses dan usaha yang kami jalani bersama,” tambahnya.

Meski begitu, proses penyusunan proposal juga memiliki tantangan.

Meisya mengaku tim harus menyesuaikan isi proposal dengan format dan ketentuan, sekaligus membagi waktu antara kuliah dan pengerjaan proposal.

“Dari proses tersebut, saya belajar tentang pentingnya disiplin, komunikasi, dan kerja sama tim. Pesan saya untuk mahasiswa lain adalah jangan takut mencoba. Yang terpenting adalah berani memulai dan terus belajar dari setiap proses,” katanya.

Tim ini terdiri dari Ami Abdillah Safi, Meisya Farah Aurelia, Anggita Nur Aeni, Alfina Sinta, dan Nur Rofi’ah dari Pendidikan IPA, serta anggota lintas prodi yaitu Nova Monica dari PGSD, Muhammad Syukran Hammami dari Manajemen, Nailiya Noor Azizah dan Nabiilah dari Teknologi Laboratorium Medis, serta Rizal Anugerah Pratama, Rendika Dwi Kusuma, dan Angger Seta Pandega dari Teknik Mesin.

“Setelah berhasil lolos, saya berharap bisa memberikan hasil terbaik dan mendapatkan banyak pengalaman baru. Saya juga ingin terus meningkatkan kemampuan penelitian dan penulisan ilmiah agar dapat berkontribusi lebih baik di masa depan,” pungkas Meisya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Umsida Dorong Inovasi Pembelajaran Digital 2026
May 15, 2026By
Synergy Competition
OSC MIPA Synergy Competition 2026 Buka Pendaftaran untuk SMA
May 5, 2026By
OSC Quick
OSC Quick Think Science Olympiad Ajak Siswa SMP Asah Prestasi
May 1, 2026By
Trial College
Trial College 2026 IPA Umsida Ajak Siswa Bedah Mencit
April 21, 2026By
Halal Bihalal
Halal Bihalal HIMA IPA 2026: Sucikan Hati, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas
April 7, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Menjawab Tantangan Sains Kontekstual di Era Digital 0.5
March 31, 2026By
Kesulitan Belajar
Mengurai Kesulitan Belajar IPA pada Siswa SMP 2026
March 20, 2026By
Guru IPA
Berhenti Menghafal Tabel Periodik, Saatnya Guru IPA Melek AI 2026
March 13, 2026By

Prestasi

mahasiswa
Keterlibatan Aktif Mahasiswa Pendidikan IPA Umsida: Inovasi Drytech Batik Ecoprint Berbasis IoT di Ajang PKM
September 5, 2025By
wisudawan berprestasi
Wisudawan Berprestasi dari Prodi pendidikan IPA yang Menjadi Inspirasi dengan Mengatur Waktu Antara Kuliah, Kerja, dan Organisasi
August 5, 2025By
DaBeLCy
Dosen IPA Umsida Ikuti Ujian Tertutup Disertasi dengan Model Pembelajaran DaBeLCy untuk Penalaran Ilmiah
July 25, 2025By
IPA
Dosen IPA Umsida Lolos Hibah RisetMu dengan Penelitian Integrasi Budaya Lokal dan Isu Sosial Ilmiah dalam Pembelajaran IPA
June 16, 2025By
Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By