Trial College

Trial College 2026 IPA Umsida Ajak Siswa Bedah Mencit

ipa.umsida.ac.id — Sebanyak sekitar 30 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti kegiatan Trial College Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Kamis, 2 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 itu diisi dengan praktikum membedah mencit (Mus musculus) untuk mempelajari struktur anatomi dan sistem organ, lalu dilanjutkan dengan campus tour.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya melihat suasana perkuliahan dari dekat, tetapi juga merasakan langsung pengalaman belajar sains di laboratorium kampus.

Praktikum bedah mencit jadi pengalaman belajar yang berkesan

Trial College

Kegiatan Trial College ini dibimbing langsung oleh dosen Pendidikan IPA Umsida, yakni Bu Fitria Eka Wulandari, S.Si., M.Pd. dan Kaprodi Pendidikan IPA Dr. Ria Wulandari, S.Pd., M.Pd.

Selain itu, kegiatan juga didukung oleh laboran Rizkia F.R., M.Si. serta dua asisten laboratorium, Fira dan Filza, yang turut mendampingi para peserta selama praktikum berlangsung.

Sejak pagi, para siswa sudah hadir dengan rasa penasaran yang tinggi. Mereka datang tidak sekadar untuk berkunjung, tetapi benar-benar untuk mencoba pengalaman belajar yang berbeda dari suasana kelas di sekolah.

Ketika memasuki laboratorium, suasana antusias mulai terlihat. Banyak siswa memperhatikan alat, bahan, dan penjelasan yang diberikan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan belajar berbasis praktik masih menjadi cara yang efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan alam.

Pada kegiatan inti, para siswa diajak melakukan praktikum membedah mencit (Mus musculus).

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari struktur anatomi dan sistem organ pada hewan secara langsung.

Bagi para siswa, pengalaman ini tentu menjadi sesuatu yang tidak biasa. Mereka tidak hanya membaca teori tentang organ tubuh dari buku, tetapi juga melihat bentuk dan letak organ secara nyata.

Dari sini, pembelajaran sains menjadi lebih konkret, lebih mudah dipahami, dan lebih membekas.

Pendampingan dari dosen, laboran, dan asisten laboratorium membuat kegiatan berlangsung lebih terarah.

Setiap tahapan praktikum dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami agar siswa tidak merasa takut atau bingung.

Proses ini penting karena praktik di laboratorium menuntut ketelitian, keberanian, dan rasa tanggung jawab terhadap prosedur yang dijalankan.

Karena itu, Trial College ini bukan hanya memperkenalkan dunia IPA, tetapi juga melatih sikap ilmiah pada peserta.

Antusiasme siswa tunjukkan minat besar pada dunia sains

Salah satu hal yang paling menonjol dalam kegiatan ini adalah antusiasme para siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman.

Meskipun praktikum bedah mencit termasuk kegiatan yang cukup menantang, para peserta justru tampak bersemangat mengikuti setiap arahan.

Mereka aktif memperhatikan penjelasan, bertanya saat belum memahami, dan berusaha terlibat dalam pengamatan selama proses praktikum berlangsung.

Antusiasme itu menjadi indikator penting bahwa pembelajaran sains sebenarnya memiliki daya tarik besar jika disajikan secara aplikatif.

Banyak siswa selama ini mungkin mengenal IPA sebagai pelajaran yang penuh rumus dan hafalan.

Namun, melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat melihat bahwa sains juga penuh eksplorasi, pengamatan, dan pengalaman langsung yang menarik.

Kegiatan laboratorium membuat IPA terasa hidup, bukan sekadar teori di atas kertas.

Setelah praktikum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan campus tour. Para siswa diajak melihat lingkungan kampus untuk mengenal lebih dekat fasilitas belajar yang ada di Umsida.

Campus tour ini menjadi bagian penting karena siswa dapat membayangkan seperti apa suasana kuliah di perguruan tinggi, terutama di lingkungan Program Studi Pendidikan IPA.

Dari laboratorium hingga area kampus lainnya, mereka memperoleh gambaran bahwa belajar di perguruan tinggi tidak hanya soal duduk di kelas, tetapi juga soal pengalaman, interaksi, dan pengembangan diri.

Kegiatan dari pagi hingga siang ini terasa padat, tetapi tetap menyenangkan. Perpaduan antara praktikum dan campus tour membuat Trial College tidak monoton.

Siswa memperoleh dua pengalaman sekaligus, yakni pengalaman akademik di laboratorium dan pengalaman mengenal lingkungan kampus secara lebih dekat.

Model kegiatan seperti ini efektif untuk membangun kedekatan antara sekolah dan perguruan tinggi, sekaligus membuka wawasan siswa tentang pilihan studi di masa depan.

Trial College jadi pintu pengenalan Prodi Pendidikan IPA Umsida

trial collage

Bagi penyelenggara, kegiatan ini meninggalkan kesan yang sangat positif. Antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa kegiatan Trial College memiliki nilai edukatif yang kuat.

Salah satu kesan yang disampaikan dari kegiatan ini adalah rasa puas karena melihat siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman begitu aktif belajar dan berpartisipasi selama praktikum berlangsung.

“Sangat memuaskan melihat adik-adik SMA Muhammadiyah 1 Taman begitu antusias belajar dan berpartisipasi dalam praktikum bedah mencit. Semoga pengalaman ini membuka wawasan mereka tentang dunia sains dan potensi di bidang IPA,” demikian kesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Trial College bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi juga ruang pengenalan yang serius terhadap dunia sains.

Para siswa diperkenalkan pada cara belajar ilmiah, fasilitas laboratorium, dan suasana akademik yang bisa menjadi bekal awal saat mempertimbangkan pilihan studi setelah lulus sekolah.

Kegiatan seperti ini penting karena banyak siswa membutuhkan pengalaman nyata sebelum menentukan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan potensinya.

Selain memberi kesan, penyelenggara juga menyampaikan pesan agar pengalaman ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal lebih dekat Prodi Pendidikan IPA Umsida.

“Semoga pengalaman ini bisa mengenalkan adik-adik dengan Prodi Pendidikan IPA yang ada di Umsida, dan suatu saat bisa bergabung dan menjadi bagian mahasiswa Pendidikan IPA Umsida,” pesannya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Halal Bihalal
Halal Bihalal HIMA IPA 2026: Sucikan Hati, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas
April 7, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Menjawab Tantangan Sains Kontekstual di Era Digital 0.5
March 31, 2026By
Kesulitan Belajar
Mengurai Kesulitan Belajar IPA pada Siswa SMP 2026
March 20, 2026By
Guru IPA
Berhenti Menghafal Tabel Periodik, Saatnya Guru IPA Melek AI 2026
March 13, 2026By
mandi malam
Benarkah Mandi Malam Bikin Rematik Ini Jawaban Sainsnya 2026
March 10, 2026By
Gerhana Bulan
Gerhana Bulan Total 2026 Ungkap Sains di Balik Blood Moon
March 6, 2026By
Pencemaran Udara dan Dampaknya terhadap Kualitas Lingkungan
February 27, 2026By
guru ipa
Pentingnya Pembelajaran IPA Berbasis Eksperimen untuk Mahasiswa 2026
February 24, 2026By

Prestasi

mahasiswa
Keterlibatan Aktif Mahasiswa Pendidikan IPA Umsida: Inovasi Drytech Batik Ecoprint Berbasis IoT di Ajang PKM
September 5, 2025By
wisudawan berprestasi
Wisudawan Berprestasi dari Prodi pendidikan IPA yang Menjadi Inspirasi dengan Mengatur Waktu Antara Kuliah, Kerja, dan Organisasi
August 5, 2025By
DaBeLCy
Dosen IPA Umsida Ikuti Ujian Tertutup Disertasi dengan Model Pembelajaran DaBeLCy untuk Penalaran Ilmiah
July 25, 2025By
IPA
Dosen IPA Umsida Lolos Hibah RisetMu dengan Penelitian Integrasi Budaya Lokal dan Isu Sosial Ilmiah dalam Pembelajaran IPA
June 16, 2025By
Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By